MACAM PENYAKIT BERHUBUNGAN DENGAN RESPIRASI

A. ASBESTOSIS

1. Definisi
Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernapasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas.
Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru).

2. Gejala klinik

Gejala asbestosis muncul secara bertahap dan baru muncul hanya setelah terbentuknya jaringan parut dalam jumlah banyak dan paru-paru kehilangan elastisitasnya. Gejala pertama adalah sesak nafas ringan dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan gerak badan. Sekitar 15% penderita, akan mengalami sesak nafas yang berat dan mengalami kegagalan pernafasan.

Perokok berat dengan bronkitis kronis dan asbestosis, akan menderita batuk-batuk dan bengek. Menghirup serat asbes kadang-kadang dapat menyebabkan terkumpulnya cairan pada ruang antara kedua selaput yang melapisi paru-paru. Meskipun jarang, asbes juga bisa menyebabkan tumor pada pleura yang disebut mesotelioma atau pada selaput perut yang disebut mesotelioma peritoneal.

Mesotelioma yang disebabkan oleh asbes bersifat ganas dan tidak dapat disembuhkan. Mesotelioma umumnya muncul stelah terpapar krokidolit, satu dari 4 jenis asbes. Amosit, jenis yang lainnya, juga menyebabkan mesotelioma. Krisotil mungkin tidak menyebabkan mesotelioma tetapi kadang tercemar oleh tremolit yang dapat menyebabkan mesotelioma. Mesotelioma biasanya terjadi setelah pemaparan selama 30-40 tahun. Kanker paru-paru akan terjadi pada penderita asbestosis yang juga merokok, terutama mereka yang merokok lebih dari 1 (satu) bungkus sehari.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- batuk
- rasa sesak di dada
- nyeri dada
- kelainan kuku atau clubbing of fingers (bentuk jari-jari tangan yang menyerupai tabuh genderang).

3. Terapi/pengobatan

Pengobatan suportif untuk mengatasi gejala yang timbul adalah membuang lendir/dahak dari paru-paru melalui prosedur postural drainase, perkusi dada dan vibrasi. Diberikan obat semprot untuk mengencerkan lendir. Mungkin perlu diberikan oksigen, baik melalui sungkup muka (masker) maupun melalui selang plastik yang dipasang di lubang hidung. Kadang dilakukan pencangkokan paru-paru. Mesotelioma berakibat fatal, kemoterapi tidak banyak bermanfaat dan pengangkatan tumor tidak menyembuhkan kanker.

B. BRONKIENTASIS


1. Definisi
Bronkientasis adalah suatu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernapasan yang besar.
Bronkiektasis bukan merupakan penyakit tunggal, dapat terjadi melalui berbagai cara dan merupakan akibat dari beberapa keadaan yang mengenai dinding bronkial, baik secara langsung maupun tidak, yang mengganggu sistem pertahanannya. Keadaan ini mungkin menyebar luas, atau mungkin muncul di satu atau dua tempat.

2. Gejala Klinik
Gejalanya bisa berupa: - batuk menahun dengan banyak dahak yang berbau busuk - batuk darah - batuk semakin memburuk jika penderita berbaring miring - sesak napas yang semakin memburuk jika penderita melakukan aktivitas - penurunan berat badan - lelah - clubbing fingers (jari-jari tangan menyerupai tabuh genderang) - wheezing (bunyi napas mengi/bengek) - warna kulit kebiruan - pucat - bau mulut.


3. Terapi/pengobatan
Tujuan dari pengobatan adalah mengendalikan infeksi dan pembentukan dahak,membebaskan penyumbatan saluran pernapasan serta mencegah komplikasi.
Drainase postural yang dilakukan secara teratur setiap hari, merupakan bagian dari pengobatan untuk membuang dahak. Seorang terapis pernapasan bisa mengajarkan cara melakukan drainase postural dan batuk yang efektif.
Untuk mengatasi infeksi seringkali diberikan antibiotik, bronkodilator Dan ekspektoran.
Pengangkatan paru melalui pembedahan dilakukan pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian obat atau pada penderita yang mengalami perdarahan hebat.

C. PENYAKIT BATUK REJAN
1. Defenisi
Penyakit Batuk rejan atau juga dikenali sebagai "pertusis" atau dalam bahasa Inggris Whooping Cough adalah satu penyakit menular. Di dunia terjadi sekitar 30 sampai 50 juta kasus per tahun, dan menyebabkan kematian pada 300.000 kasus (data dari WHO). Penyakit ini biasanya terjadi pada anak berusia di bawah 1 tahun. 90 persen kasus ini terjadi di negara berkembang, penyakit ini biasanya diakibatkan oleh bacterium Bordetella namun tidak jarang diakibatkan oleh B. Parapertussis.
2. Gejala klinik
Infeksi bakteri menyebar lewat percikan cairan penderita saat batuk atau bersin. Masa inkubasi berlangsung sekitar tujuh hari. Gejala awalnya seperti batuk pilek biasa disertai demam ringan. Setelah 10-12 hari meningkat menjadi serangan batuk berulang tanpa sempat menarik napas sehingga wajah penderita menjadi merah kebiruan. Penyakit ini disertai produksi dahak berlebihan dan kental. Batuk merupakan mekanisme untuk mengeluarkan dahak. Seringkali hal ini memicu muntah. Batuk rejan biasanya berlangsung selama enam minggu.
Meski telah sembuh, serangan batuk hebat bisa kambuh setelah beberapa bulan akibat iritasi pada saluran pernapasan atas. Selain sangat menular, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius bahkan mematikan, terutama pada bayi. Akibat batuk berulang bisa terjadi henti napas (apnea). Sel-sel tubuh termasuk otak bisa kekurangan oksigen sehingga terjadi kejang, perdarahan, maupun kerusakan otak. Infeksi bakteri juga bisa menyebar ke telinga dan paru (pneumonia). Komplikasi lain adalah mimisan.
3. Terapi/pengobatan
Jika penyakitnya berat, penderita biasanya dirawat di rumah sakit.
Mereka ditempatkan di dalam kamar yang tenang dan tidak terlalu terang. Keributan bisa merangsang serangan batuk.Bisa dilakukan pengisapan lendir dari tenggorokan.Pada kasus yang berat, oksigen diberikan langsung ke paru-paru melalui selang yang dimasukkan ke trakea. Untuk menggantikan cairan yang hilang karena muntah dan karena bayi biasanya tidak dapat makan akibat batuk, maka diberikan cairan melalui infus. Gizi yang baik sangat penting, dan sebaiknya makanan diberikan dalam porsi kecil tetapi sering.Untuk membasmi bakteri, biasanya diberikan antibiotik eritromycin.

D. BRONKITIS
1. Definisi
Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.




2. Gejala klinik
Gejalanya berupa:
• batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan)
• sesak napas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan
• sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu)
• bengek
• lelah
• pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan
• wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan
• pipi tampak kemerahan
• sakit kepala
• gangguan penglihatan.
Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan.
Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.
Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu.
Sesak napas terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering ditemukan bunyi napas mengi, terutama setelah batuk. Bisa terjadi pneumonia.
3. Terapi/pengobatan

Untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan aspirin atau acetaminophen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan acetaminophen. Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.

E. FARINGITIS

1. Definisi
Faringitis adalah suatu peradangan pada tenggorokan (faring).

2. Gejala klinik
Baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan.
Selaput lendir yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah.
Gejala lainnya adalah:
- demam
- pembesaran kelenjar getah bening di leher
- peningkatan jumlah sel darah putih.
Gejala tersebut bisa ditemukan pada infeksi karena virus maupun bakteri, tetapi lebih merupakan gejala khas untuk infeksi karena bakteri.

3. Terapi/pengobatan
Untuk mengurangi nyeri tenggorokan diberikan obat pereda nyeri (analgetik), obat hisap atau berkumur dengan larutan garam hangat.
Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan remaja yang berusia dibawah 18 tahun karena bisa menyebabkan sindroma Reye.
Jika diduga penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik.
Untuk mengatasi infeksi dan mencegah komplikasi (misalnya demam rematik), jika penyebabnya streptokokus, diberikan tablet penicillin. Jika penderita memiliki alergi terhadap penicillin bisa diganti dengan erythromycin atau antibiotik lainnya.





F. INFLUENSA
1. Definisi
infleunza atau yang lebih dikenal dengan flu adalah terbentuknya lendir yang berlebihan akibat infeksi yang mengenai saluran pernafasan atas yang meliputi hidung dan tenggorokan bagian atas. Tetapi, bila berlarut-larut, dapat saja merembet ke berbagai penyakit pernafasan lain seperti asma, pneumonia, radang tenggorokan, bronchitis,
2. Gejala klinik
Gejalanya disebut flu like sindrom (gejala seperti flu), meliputi demam, pilek, batuk, sakit kepala, lemah badan, nyeri tenggorokan, dan nyeri otot/sendi. Pada sebagian besar penderita, gejala akan hilang dalam satu atau dua minggu.
Gejala berlarut-larut yang bisa menyebabkan pneumonia, bronchitis, asma, radang tenggorokan, itu prosesnya gimana ? pada kebanyakan orang yang terserang influenza dapat sembuh sendiri setelah 1-2 minggu, namun tidak sedikit pula orang dapat menderita komplikasi yang lebih berat seperti pneumonia atau bronchitis. Hal ini umumnya terjadi pada orang tua atau orang daya tahan tubuh yang kurang sehingga tubuh tidak mampu melawan virus yang menyerang dan virus yang tadinya hanya menyerang saluran nafas bagian atas dapat menyebar ke saluran nafas yang lebih bawah dan menimbulkan gejala klinis yang lebih berat. Pada penderita asma adanya penyakit influenza ini dapat merangsang timbulnya serangan asma apabila tidak segera diobati.
3. Terapi/pengobatan
Pengobatan terbaik untuk influenza adalah banyak beristirahat, banyak minum air putih untuk mengencerkan lendir sehingga mudah dikeluarkan serta minum obat-obat yang dapat mengurangi gejala seperti obat demam, batuk atau pilek. Karena influenza disebabkan oleh virus maka minum obat antibiotik tidak akan banyak berpengaruh.
Biasanya digunakan paracetamol untuk menurunkan panas, expectorant untuk menghilangkan dahak di tenggorokan serta fenilpropilamin dan ctm untuk mengurangi produksi sekret yang berlebihan.

G. ANTRAKOSIS
1. Definisi
Paru-paru hitam adalah suatu penyakit paru-paru yang disebabkan karena menghirup debu batubara dalam jangka panjang. Penyakit ini dikenal juga dengan sebutan pneumokoniosis pekerja batubara, dapat terjadi dalam 2 bentuk, yaitu simplek dan komplikata. Tipe simplek biasanya bersifat ringan, sedangkan tipe komplikata bisa berakibat fatal.
2. Gejala klinik
Paru-paru hitam simplek biasanya tidak menimbulkan gejala. Tetapi banyak penderita yang mengalami batuk menahun dan mudah sesak napas karena mereka juga menderita emfisema (karena merokok) atau bronkitis (karena merokok atau terpapar polutan industri toksik lainnya).Fibrosis masif progresif yang berat juga menyebabkan batuk dan sesak napas.


3. Terapi/pengobatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, selain untuk mengobati komplikasinya (gagal jantung kanan atau tuberkulosis paru). Jika terjadi gangguan pernafasan, maka diberikan bronkodilator dan ekspektoran.



H. DIFTERI

1. Definisi
Difteri adalah penyakit akibat terjangkit bakteri yang bersumber dari C. diphtheriae.

2. Gejala klinik
Gejala yang muncul ialah sakit tenggorokan, demam, sulit bernapas dan menelan, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung, dan sangat lemah. Kelenjar getah bening di leher membesar dan terasa sakit. Lapisan(membran) tebal terbentuk menutupi belakang kerongkongan atau jika dibuangkan menutup saluran pernapasan dan menyebabkan kekurangan oksigen dalam darah.

3. Terapi/pengobatan
Perawatan bagi penyakit ini termasuk antitoksin difteri, yang melemahkan toksin dan antibiotik. Eritromisin dan penisilin membantu menghilangkan kuman dan menghentikan pengeluaran toksin.

I. KANKER PARUH-PARUH

1. Definisi.
Kanker paru-paruadalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru-paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen lingkungan, terutama asap rokok.

2. Gejala klinik
Gejala-gejala umum penderita kanker paru-paru :
1. Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat
2. Dahak berdarah, berubaha warna dan semakin banyak
3. Napas sesak dan pendek-pendek
4. Sakit kepala, nyeri dengan sebab yang tidak jelas
5. kelelahan kronis
6. kehilangan nafsu makan dan turunya berat badan
7. suara serak/parau
8. pembekakan di wajah atau di leher.

3. Terapi/pengobatan
Beberapa prosedur yang dapat memudahkan diagnosa kanker paru antara lain adalah foto X-Ray, CT Scan Toraks, Biopsi Jarum Halus, Bronkoskopi, dan USG Abdomen.
Pengobatan kanker paru dapat dilakukan dengan cara-cara seperti
1. Pembedahan dengan membuang satu bagain dari paru - kadang melebihi dari tempat ditemukannya tumor dan membuang semua kelenjar getah bening yang terkena kanker.
2. Radioterapi atau radiasi dengan sinar-X berintensitas tinggi untuk membunuh sel kanker.
3. Kemoterapi
4. Meminum obat oral dengan efek samping tertentu yang bertujuan untuk memperpanjang harapan hidup penderita.
J. PNEUMONIA
Pneumonia adalah infeksi atau radang yang cukup serius pada paru-paru.
a. Pneumonia Bakterial
Pneumonia bakterial sering diistilahkan dengan pneumonia akibat kuman. Pneumonia jenis itu bisa menyerang siapa saja, dari bayi hingga mereka yang telah lanjut usia. Para peminum alkohol, pasien yang terkebelakang mental, pasien pascaoperasi, orang yang menderita penyakit pernapasan lain atau infeksi virus adalah yang mempunyai sistem kekebalan tubuh rendah dan menjadi sangat rentan terhadap penyakit itu.
1. Gejala klinik
Biasanya pneumonia bakteri itu didahului dengan infeksi saluran napas yang ringan satu minggu sebelumnya. Misalnya, karena infeksi virus (flu). Infeksi virus pada saluran pernapasan dapat mengakibatkan pneumonia disebabkan mukus (cairan/lendir) yang mengandung pneumokokus dapat terisap masuk ke dalam paru-paru.
Pada orang normal tubuh akan mengadakan perlawanan, dan biasanya menang, tetapi tidak pada orang-orang tua atau mereka yang daya tahan tubuhnya menurun. Karena mekanisme itu, biasanya infeksi paru-paru (pneumonia) jenis itu didahului dengan infeksi saluran napas bagian atas satu minggu sebelumnya, kemudian gejala timbul mendadak seperti panas yang tinggi (mencapai 40 derajat Celsius) disertai menggigil dengan gemeretak gigi bahkan bisa sampai muntah. Terdapat juga nyeri pleura (lapisan yang membungkus jaringan paru-paru) yang hebat dan diperberat dengan batuk dan pernapasan yang terganggu.
Jenis batuk biasanya produktif mengeluarkan lendir yang berwarna hijau atau merah tua. Penderita akan mengeluarkan keringat banyak, nadi dan pernapasan meningkat. Karena kekurangan oksigen, bibir dan kuku membiru. Kesadaran pasien menjadi menurun.
2. Pneumonia Akibat Virus

Penyebab utama pneumonia virus adalah virus influenza (bedakan dengan bakteri hemofilus influenza yang bukan penyebab penyakit influenza, tetapi bisa menyebabkan pneumonia juga). Uraian mengenai virus dan penyakit influenza lebih terperinci akan disajikan minggu depan


1. Gejala klinik
Gejala awal dari pneumonia akibat virus sama seperti gejala influenza, yaitu demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, dan kelemahan. Dalam 12 hingga 36 jam penderita menjadi sesak, batuk lebih parah, dan berlendir sedikit. Terdapat panas tinggi disertai membirunya bibir.
Tipe pneumonia itu bisa ditumpangi dengan infeksi pneumonia karena bakteri. Hal itu yang disebut dengan superinfeksi bakterial. Salah satu tanda terjadi superinfeksi bakterial adalah keluarnya lendir yang kental dan berwarna hijau atau merah tua.

b. Terapi/pengobatan
Penderita pneumonia yang berusia muda bisa segera sembuh. Hal-hal yang mempermudah penyembuhan adalah sistem pertahanan tubuh relatif baik, infeksinya belum menyebar, dan tidak menderita penyakit lain terutama penyakit kronis.
Pada penderita yang muda dan “sehat”, pengobatan awal dengan antibiotik bisa mempercepat pemulihan. Untuk pneumonia karena virus, meskipun saat ini sudah tersedia preparat (obat) antivirus, belum luas digunakan berhubung harganya yang relatif mahal. Untuk itu, pengobatan pada pneumonia karena virus biasanya hanya bersifat supportive semata (tidak membunuh virusnya). Diharapkan kekebalan tubuh bisa terbentuk untuk menangkal virusnya.

Ditulis Oleh : irwansyah Hari: Selasa, Agustus 30, 2011 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa komentar yah