CARA MENGATSI TRAUMA ABDOMENT

A. kasus
Pria (25) ditendang di daerah perut saat berkelahi. Shg mengalami hematoma dan abrasi, ttp petugas medis tdk melihatnya sbg cedera yg serius, diberi aspirin dan dipulangkan. 3 hari kmdn masuk RS dgn peritonitis berat. Sejumlah besar pus dan isi usus dikeluarkan ttp tak lama kemudian meninggal
B. Pendahuluan
Trimodal Death Distribution
KLL >> multiple trauma
85 % Multiple trauma >> Trauma abdomen
Angka Kematian trauma abdomen ??
C. Anatomi
• Batas rongga Abdomen :
a. Atas : Diafragma
b. Bawah : Pelvis
c. Depan : Dinding depan abdomen
d. Lateral : Dinding lateral abdomen
e. Belakang : Dinding belakang abdomen serta tulang belakang
D. Anatomi abdomen
E. Organ Abdomen
a. Solid
b. Berongga
F. Topografi Abdomen
a. Intra peritoneal
b. Retro peritoneal
c. Pelvical
G. Trauma Abdomen
• Trauma Tumpul
a. Benturan langsung, Setir mobil, stang
b. Ruptur organ >> Uterus bumil
c. Shearing Injuries >> penggunaan sabuk pengaman yg salah
d. Deceleration
• Trauma Tembus
a. Luka tusuk
b. Luka tembak kecepatan rendah >> kerusakan jaringan, lacerasi, putus
c. Luka tembak kecepatan tinggi >> hancur organ dalam
• Trauma penetrasi
a. Trauma penetrasi
H. mekanisme
Mechanism of injury?
Mekanisme Trauma ?
I. Pengkajian
• Riwayat trauma ? Biomekanika trauma?
• Pemeriksaan fisik abdomen :
a. Inspeksi
b. Auskultasi
c. Perkusi
d. Palpasi
J. Pemeriksaan
a. Stabilitas pelvis
b. Penis, perianal, rectal, vagina ?
c. Gluteal
K. Pemasangan kateter
a. Gastric tube :
• Mengurangi dilatasi akut lambung
• Dekompresi sebelum dilakukan Diagnostic Peritoneal Lavage (DPL)
• Mengeluarkan isi lambung >> resiko aspirasi >>>> bila ada darah ??
b. Kateter urine :
• Mengurangi retensi urine
• Dekompresi VU sebelum dilakukan DPL >>>>darah pada meatus ??
L. Pengambilan sampel
a. Darah
b. Urine
M. Pemeriksaan radiologis
a. Foto polos abdomen
b. Dengan kontras :
• uretrografi
• Cystografi
• IVP
N. Emergency Management
a. ABC
b. Cegah shock & infeksi
c. Jangan berikan apapun melalui mulut
d. Jangan sentuh bagian eviscerasi, lakukan penutupan luka seperti pada gambar
e. Jangan ambil impaled objects, lakukan fiksasi pada benda tersebut.
f. Monitoring ketat :
• Tingkat kesadaran
• Tanda vital >> hipotensi
• Adanya peritonitis
• Serial Hb
g. Segera rujuk / transportasi untuk Tindakan definitif.
O. Prosedur khusus
a. Diagnostic Peritoneal Lavage > memasukkan kateter pd peritoneal :
• multiple trauma
• hemodinamik tak stabil
• DPL Positif bila :
• Bila ada darah, isi usus, serat sayuran, cairan empedu
• Analisis kuantitatif cairan pencuci positif bila:
 RBC >100.000/mm3
 WBC > 500/mm3
 Hematocrit >2 ml/dl
b. laparatomi !!
a. Indikasi laparatomi
b. Trauma tumpul abdomen DPL positif
c. Trauma tumpul abdomen dg hipotensi berulang
d. Peritonitis akut
e. Hipotensi dengan luka tembus abdomen
f. Perdarahan gaster, rectal, daerah genitourinari akibat trauma tembus
g. Indikasi…...
h. Luka tembak melintas peritoneum/retroperitoneum viseral/vaskular
i. Eviscerasi
j. Rontgen :
 ada udara bebas rongga peritoneum, ruptur diafragma
 CT : ruptur GI tract, cedera kandung kemih, renal dan organ vital lain.
P. Ringkasan
a. Trauma abdomen bisa disebabkan oleh trauma tumpul dan trauma tajam
b. Fokus tindakan emergency :
• ABC
• Cegah shock
• Cegah infeksi
• Monitoring.

Ditulis Oleh : irwansyah Hari: Jumat, Agustus 17, 2012 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa komentar yah