Perkembangan Sel Kelamin

BAGI KAWAN YANG MEMPUNYAI TUGAS MT KUL BIOLOGI NHI BAHANNYA AKU SEDIAIIN
A. Judul
Perkembangan Sel Kelamin (OOGENESIS)
B. Tujuan
Tujuan praktikum kali ini adalah untuk mempelajari stuktur alat reproduksi betina secara mikroskopis.

C. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 02 April 2011 di Laboratorium Fisiologi FMIPA Universitas Haluoleo, Kendari.
D. Teori Singkat
Oogenesis adalah penciptaan ovum (sel telur) merupakan proses dari bentuk betina gametogenesis yang setara dengan jantan yakni spermatogenesis. Ovarium dibedakan antara bagian korteks dan medula. Folikel ovarium terdiri atas oosit atau sel telur yang diselubungi oleh sel folikel yang merupakan hasil diferensiasi epithelium germinativum. Folikel ovarium ini ada yang istrahat (primordial), dalam proses pematangan (primer, sekunder atau tersier), dan ada juga yang sudah matang yaitu folikel de Graaf (Hafez, 1970).
Perkembangan dan pematangan sel-sel folikel di dalam ovarium di pengaruhi oleh hormon gonadotropin FSH dan LH, selanjutnya ovum yang natang dari folikel de Graff akan mengalami ovulasi, dengan adanya lonjakan LH (Johnson, 2008).


a. Hasil pengamatan
Gambar 1. Preparat awetan ovarium




Keterangan :
1. folikel primer 4.folikel de graff
2. folikel sekunder 5. oogonium
3. corpus luteum 6. Epitel kecambah
s
Gambar 2.




E. Pembahasan
Oogenesis merupakan proses pembentukan dan perkembangan sel ovum. Oogenesis terbagi menjadi 5 yaitu ovarium, polikel primer, polikel sekunder, corpus luteum dan polikel de graff.
Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga menghasilkan hormone estrogen yang di sebut dengan hormone seks. Perkembangan sel telur meliputi Proliferasi oogonium yaitu gamet berasal dari sel germinal promordial (SGP). SGP akan bermigrasi ke gonad dengan pergerakan amoeboid melalui mesenterium dorsad ke gonad. Sel-sel yang aktif bermitosis menjadi oogonia. Selanjutnya oogonia akan mengakhiri proliferasinya setelah beberapa hari sebelum kelahiran. Tahap selanjutnya yaitu Pertumbuhan oosit yaitu pertumbuhannya dimulai dengan tumbuhnya ovum dan folikel secara cepat. Ketika antrum telah terbentuk, oosit tidak tumbuh lagi dan folikel mendapat pengaruh hormon dari hipofise untuk melanjutkan pertumbuhannya dengan cepat. Kemudian tahap yang terakhir yaitu Pematangan oosit. Pada tahap ini oosit dikelilingi lapisan sel-sel folikel atau granulosa. Oosit I yang mengalami meiosis I terjadi pada stadium akhir fetus, oosit dilap[isi oleh beberapa lapis sel folikel (belum lengkap) yaitu folikel promordial. Bila sel-sel yang mengitari oosit ini lengkap, maka disebut folikel primer. Sedangkan Estrogen adalah hormon seks yang umumnya di produksi oleh rahim wanita yang merangsang pertumbuhan organ seks anak perempuan, seperti payudara dan rambut kelamin, dikenal sebagai karakteristik seks sekunder. Estrogen juga mengatur siklus mentruasi.
Folikel primer ditandai dengan adanya selapis sel granulosa yang mengelilingi oosit primer dan merupakan folikel terkecil. Folikel primer sebelah dalam membentuk membran zona pelusida namun antara sel granulosa dan oosit tetap berhubungan. Sel granulosa menyebrang sel pelusida membentuk saluran (gap junction) dengan oosit. Melalui saluran ini nutrisi dikirim masuk ke oosit dan menjadi komunikasi intrasel. Folikel primer terus berkembang dengan bertambahnya sel-sel granulosa sampai beberapa lapis disebut folikel sekunder.
Kemudian terbentuk juga suatu rongga dalam lapisan folikuler (antrum folikuli) yang makin lama makin besar.Tetapi sel-sel folikuler yang berbatasan dengan zona pellucida oosit primer tetap utuh dan menjadi cumulus oophorus.Stadium perkembangan ini disebut stadium folikel sekunder.

Folikel de Graaf merupakan folikel yang mantap yang siap untuk pecah (ovulasi). Biasanya terdapat dibagian tepi ovarium. Lapisan folikel menipis, sedangkan antrum tampak sangat besar. Pembesaran ini dicapai karenma adanya proliferasi sel granulosa dan akumulasi cairan di antrum. Oosit diikat di salah satu kutub oleh sel-sel granulosa yang disebut kumulus oophorus. Sebelum ovulasi yaitu pengeluaran ovum yang sudah matang folikel de graaf di dahului dengan adanya lonjakan LH yang proses ovulasinya di awali dengan perkembangan dan pematangan sel-sel folikel dalam ovarium di bawah pengaruh FSH. Kemudian folikel de graaf akan mensekresi estrogen yang menyebabkan kadar estrogen dalam darah meningkat sehingga menekan sekresi FSH, sebaliknya estrogen yang tinggi akan memacu sekresi LH sehingga terjadi ovulasi, setelah itu kadar estogen dalam darah kembali menurun.
Korpus luteum tersusun atas sel lutal besar dan sel luteal kecil. Sel luteal besar dibentuk dari sel granulosa sedangkan sel luteal kecil berasal dari sel-sel interna. Biasanya setelah ovulasi terbentuk lekukan-lekukan korpus liteum pada permukaan ovarium. Lekukan ini adalah folikel yang telah melepaskan isinya kemudian terisi darah dan cairan limfe yaitu bagian folikel yang pecah kemudian bertaut kembali yang dinamakan folikel haemoragikum kemudian darah yang membeku diresorbsi dan terjadi luteinisasi sel-sel granulosa dan sel teka, sehingga terbentuk korpus luteum. Korpus luteum ini disebut juga badan kuning karena mengandung kadar karoten yang sangat tinggi sehingga berwarna kuning terang.
• Kontrol hormon terhadap siklus ovarium
Hormon hormon yang dihasilkan hipofise mempengaruhi produksi hormon ovarium,sebaliknya hormon ovarium dapat pula berpengaruh terhadap hipofise sebagai suatu mekanisme kontrol hormon. FSH yang dihasilkan oleh hipofise mempengaruhi folikel yang masih berkembang sehingga menjadi folikel yang vesikuler, membesar dan mensekresi estrogen. Bertambahnya jumlah estrogen akan menstimulasi LH dan hipofise. FSH yang maksimal akan diikuti oleh meningkatnya LH danmenyebabkan folikel berkembang maksimal juga, sehingga akhirnya folikel akan pecah (ovulasi). LH akan mengubah dan menstimulasi korpus luteum untuk mensintesis progesteron.
Estrogen maupun progesteron bergungsi menginhibisi FSH di hipofise anterior. Dengan represi yang cukup kuat FSH akan berkurang yang diikuti meningkatnya LH sehingga merangsang korpus luteum untuk berfungsi aktif. Akan tetapi jika FSH menurun akibat pengaruh estrogen dan progesteron maka fungsi korpus luteum juga akan menurun,sehingga pada akhirnya estrogen dan progesteron akan merendah.



JNGN LUPA DI KOMENT

Ditulis Oleh : irwansyah Hari: Kamis, September 08, 2011 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa komentar yah