Makalah Cara penanggulangan Bencana Alam

SELAMAT DATANG DI BLOG IRWAN GRAVES TEMPAT SHARING MASALAH HUKUM DAN LAIN-LAIN SYA MENYEDIAKAN BERBAGAI MAKALAH BUAT KAWAN SEMUA SILAHKAN TELUSURI SETIAP POSTING Kali ini irwan graves akan share tentang Makalah , namun sebelumnya harab bersabar karena kita akan berbasa-basi dulu, kenapa selalu harus berbasa-basi ketika posting ? Karena itu adalah ciri khas irwan graves BAGI KAWAN YANG INGIN SHARE SILAHKAN COPAS LINK SAYA SELAMAT BERTELUSUR SEMOGA ARTIKEL YANG SAYA POSTING BERMANFAAT BAGI KAWAN SEMUA BUAT KAWAN SEMUA JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR DARI ARTIKEL YANG SAYA POSTING

                            

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

            Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami dan aktivitas manusia, seperti letusan gunung, gempa bumi dan tanah longsor. Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka. Pemahaman ini berhubungan dengan pernyataan: "bencana muncul bila ancaman bahaya bertemu dengan ketidakberdayaan". Dengan demikian, aktivitas alam yang berbahaya tidak akan menjadi bencana alam di daerah tanpa ketidakberdayaan manusia, misalnya gempa bumi di wilayah tak berpenghuni. Konsekuensinya, pemakaian istilah "alam" juga ditentang karena peristiwa tersebut bukan hanya bahaya atau malapetaka tanpa keterlibatan manusia. Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran, yang mengancam bangunan individual, sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang berpotensi mengakhiri peradaban umat manusia.
            Namun demikian pada daerah yang memiliki tingkat bahaya tinggi (hazard) serta memiliki kerentanan / kerawanan (vulnerability) yang juga tinggi tidak akan memberi dampak yang hebat / luas jika manusia yang berada disana memiliki ketahanan terhadap bencana (disaster resilience). Konsep ketahanan bencana merupakan evaluasi kemampuan sistem dan infrastruktur-infrastruktur untuk mendeteksi, mencegah & menangani tantangan-tantangan serius yang hadir. Dengan demikian meskipun daerah tersebut rawan bencana dengan jumlah penduduk yang besar jika diimbangi dengan ketetahanan terhadap bencana yang cukup.
Dengan terjadinya hal tersebut dapat menarik perhatian kami untuk melakukan penelitian ini, sekaligus menganalisis sebab bencana dan cara penaggulangan bencana alam yang terjadi di Indonesia

B.     Rumusan masalah

Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat di tarik suatu rumusan masalah
 antara lain:

1.      Apakah yang di maksud dengan bencana alam ?
2.      Bagaimanakah cara-cara penanggulngan bencana alam?
     C .Tujuan

          Adapun tujuan yang di hendak di capai dari hasil pemaparan di atas adalah

                  1.Mengetahui apa di maksud denga


BAB II
PEMBAHASAN
                                                                                                                                  
            Secara geologis letak wilayah Indonesia yang dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadi bencana. Bencana alam yang sering terjadi di wilayah Indonesia antara lain : banjir, kemarau panjang, tsunami, gempa bumi, gunung berapi dan tanah longsor.
Masih jelas dalam ingatan kita rentetan kejadian bencana alam yang banyak menyebabkan terjadinya korban jiwa, seperti tragedi tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi dahsyat di Tasikmalaya serta Padang, tanah longsor di Cianjur, bahkan banjir di berbagai daerah yang kerap datang setiap musim hujan.


         Banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam. Mulai dari persiapan peralatan untuk mendeteksi terjadinya bencana seperti misalnya pada bencana tsunami dan gunung meletus, pembuatan jenis bangunan yang tahan terhadap bencana gempa, pengelolaan tata kota dan kesadaran warga masyarakat untuk menanggulangi bencana banjir ataupun pemeliharaan daerah hulu sungai dan pegunungan serta hutan untuk mencegah terjadinya tanah longsor.
Untuk masalah yang berkaitan dengan keadaan lingkungan, tentu hal ini juga membutuhkan peran serta aktif dari masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan yang dapat dimulai dari lingkungan disekitar tempat tinggaln


           Seringkali karena bencana alam datang secara tiba-tiba, kita menjadi panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, yang terpikirkan adalah untuk segera lari menyelamatkan diri. Masalah yang lain-lain seperti rumah dan harta benda tidak akan terpikirkan sama sekali. Walaupun demikian tidak ada salahnya untuk mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya bencana, dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen penting yang ada didalam rumah. Hal ini dimaksudkan apabila bencana sudah selesai, maka para korban bencana pun masih harus tetap melanjutkan hidup dan dokumen tersebut dapat digunakan untuk bekal melanju




          Satukan dokumen-dokumen penting yang ada didalam 1 tas yang mudah untuk dibawa keluar saat akan menyelamatkan diri. Dokumen-dokumen tersebut dapat berupa :
            • Ijasah pendidikan.
            • Surat kepemilikan tanah, rumah, kendaraan dll.
            • Akte lahir dan kartu keluarga.
            • Polis Asuransi beserta nomor agen yang dapat dihubungi.
            • Surat wasiat.
            • Nomor telepon anggota keluarga.

           

                                   
            Apabila terjadi kejadian bencana, maka rasa panik, bingung dan ketakutan akan segera menyerang. Tak jarang jatuhnya korban jiwa lebih karena disebabkan ketakutan dan kepanikan yang terjadi bukan karena akibat langsung dari terjadinya bencana. Berikut hal-hal yang dapat dijadikan pedoman untuk menghadapi terjadinya bencana supaya dapat menghindari adanya korban jiwa.

A.  Bencana Gempa Bumi
            Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun anda berada.
            1.  Di dalam rumah
                 Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus                                                                         mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah kebawah meja  untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki  meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebak aran.
            2.  Di sekolah
                 Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan                       panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu,                          carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.
            3.  Di luar rumah
                 Lindungi kepada anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau      kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnyakaca-kaca dan papan-papan   reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang   anda bawa.
            4.  Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall
                 Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk   dari kpetugas atau satpam.
            5. Di dalam lift
                 Jangan menggunakan lift saat terjadi semua  tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone   jika tersedia.
            6. Di kereta api
                Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuhseandainya                    kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari  petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun mengakibatkan kepanikan.
            7. Di dalam mobil
                Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul.                 Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi  persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari  radio mobil, jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
           
           
8. Di gunung/pantai
                Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung, menjauhlah langsung ke tempat                         aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran  dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
\
B. Bencana Banjir Bandang
            Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh karena tersumbatnya sungai maupun karena pengundulan hutan disepanjang sungai sehingga                         merusak rumah-rumah penduduk maupun menimbulkan korban jiwa.
Yang Harus Dilakukan Saat Banjir.
            1. Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik              di wilayah yang terkena bencana.
            2. Mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan air masih memungkinkan                        untuk diseberangi.
            3. Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir. Segera              mengamankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.
            4. Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana                     seperti Kantor Kepala Desa, Lurah ataupun Camat.
                Yang Harus Dilakukan Setelah Banjir
            5. Secepatnya membersihkan rumah, dimana lantai pada umumnya tertutup lumpur dan                     gunakan antiseptik untuk membunuh kuman penyakit.
\           6. Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang sering                 berjangkit setelah kejadian banjir.
            7. Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular dan lipan atau binatang                    penyebar penyakit seperti tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk.
            8. Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.

C. Bencana Tanah Longsor
            Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan pada tanah/batuan penyusun lereng.
Strategi dan upaya penanggulangan bencana tanah lonsor :
            1. Hindarkan daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman dan fasilitas utama                  lainnya.
            2. Mengurangi tingkat keterjalan lereng.
            3.  Meningkatkan/memperbaiki dan memelihara drainase baik air permukaan maupun air                    tanah.Fungsi drainase adalah untuk menjauhkan airn dari lereng, menghidari air                     meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng. Jadi                    drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke dalam                             tanah.
            4. Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling.
            5. Terasering dengan sistem drainase yang tepat (drainase pada teras - teras dijaga jangan                   sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah).
            6. Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang                     tepat (khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar                       80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diseling-selingi dengan tanaman yang                      lebih pendek dan ringan , di bagian dasar ditanam rumput).
            7. Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat.
            8. Melakukan pemadatan tanah disekitar perumahan.
            9. Pengenalan daerah rawan longsor.
            10. Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall).
            11. Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat kedalam                          tanah.
            12. Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk menghindari bahaya liquefaction.
            13. Utilitas yang ada didalam tanah harus bersifat fleksibel.
            14. Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan.

D.  Bencana Tsunami
            Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempa bumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran. Kecepatan tsunami yang naik ke daratan(run-up) berkurang menjadi sekitar 25-100 Km/jam dan ketinggian air tsunami yang pernah tercatat terjadi di Indonesia adalah 36 meter yangterjadi pada saat letusan gunung api Krakatau tahun 1883.

            Di Indonesia pada umumnya tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah terjadinya gempa bumi besar di bawah laut. Adanya tsunami tidak bisa diramalkan dengan tepat kapan terjadinya, akan tetapi kita bisa menerima peringatan akan terjadinya tsunami sehingga kita masih ada waktu untuk menyelamatkan diri.
Penyelamatan diri saat terjadi tsunami
Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan gempa bumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain.
Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita dari pantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat kepantai. Arahkan perahu ke laut. Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban
.
E. Bencana Gunung Berapi
            Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif, sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan- rekahan mendekati permukaan bumi.

Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi
            1. Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar.
            2. Ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Persiapkan diri untuk                 kemungkinan bencana susulan.
            3. Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang atau jaket,                     celana panjang, topi dan lainnya.
            4. Jangan memakai lensa kontak.
            5. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.
            6. Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.
                Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi
            7. Jauhi tempat aliran sungai, kemungkinan akan terjadi banjir lahar dingin dan batu-batu                             besar.
            8. Jauhi wilayah yang terkena hujan abu.
            9. Bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan                     atap bangunan.
            10. Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak                            mesin.

BAB II
PENUTUP

A. Simpulan
            Dari berbagai fakta bencana yang ada jelas terlihat bahwa bencana besar yang terjadi tidak serta merta datang begitu saja, namun didahului oleh adanya eksploitasi lingkungan yang berlebihan, kebijakan pemerintah yang kurang memperhatikan AMDAL ( analisis mengenai dampak lingkungan ) , Tata Ruang yang kurang baik dan tidak bainya managemen pemerintah untuk mengatisipasi dan penaggulangan bencana.

B. Saran
            Bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, namun kita harus mengetahui jenis-jenis bencana, sebab-sebab yang menimbulkan bencana dan akibat-akibat yang ditimbulkannya.
Saran-saran, kami sampaikan kepada semua pihak untuk mengantisipasi dan penanggulangan bencana agar tidak menimbulkan kerusakan, korban meninggal dan kerugian yang besar.

            1. Kepada Pemerintah agar meningkatkan managemen antisipasi dan penanggulangan                         bencana.
            2. Pemerintah agar memiliki Lembaga atau Badan Khusus bahkan mungkin yang lebih                        tinggi  yaitu setingkat menteri untuk mengantisipasi dan penanggulangan bencana.
            3. Pemerintah agar memberikan sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat yang tinggal                      di daerah bencana, bagaimana cara mengatasi bencan
a yang terjadi.
            4. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam penyelamatan dan pelestarian                             lingkungan, karena sebagian bencana yang terjadi diakibatkan oleh kerusakan                                     lingkungan.
            5. Sedapat mungkin tidak tinggal di tempat atau daerah bencana, agar tidak terjadi korban                dan kerugian yang besar.
            6. Masyarakat pada umumnya harus mengetahui baik melalui Media Elektronik ( radio,                     TV dan Internet ) maupun Media Cetak ( buku literature, surat kabar, majalah ) tentang          bencana-bencana yang terjadi dan bagaimana cara mengatasi atau menyelamatkan diri.

















DAFTAR PUSTAKA


1. Rahman, Dhohir Taufik dan Tarsisius, 2000, Indonesia : Negara Bencana, Jakarta : Yudhistira
2. http://www.google.com//sejuta_bencana_terencana_di_Indonesia.
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_alam
4. http://nasional.kompas.com/read/2011/01/03/09540611/Berbagai.Bencana.Alam.Masih.Menanti
5. http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=6071&Itemid=1798

Ditulis Oleh : irwansyah Hari: Jumat, Juni 08, 2012 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa komentar yah