SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GANGGUAN MENSTRUASI PADA IBU AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS LEPO-LEPO

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kondisi kependudukan saat ini dalam arti jumlah dan kualitas maupun persebaran merupakan tantangan yang berat bagi pembangunan Indonesia.(Depkes RI, 2005). Situasi dan kondisi tersebut jelas merupakan fenomena yang lain yang memerlukan perhatian dan penanganan yang seksama, lebih sungguh-sungguh dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang telah dan perlu dilakukan oleh pemerintah adalah dengan pengendalian jumlah penduduk dan peningkatan kualitas penduduk adalah melalui program Keluarga Berencana (BKKBN, 2008).
Keluarga Berencana (KB) adalah cara merencanakan keluarga kapan ingin mendapatkan anak dan berapa jumlah anak. Bila kita memutuskan untuk menunggu mendapatkan keturunan, maka kita bisa memilih beberapa cara untuk menunda kehamilan. Setiap tahun, setengah juta ibu meninggal dunia karena masalah yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan dan keguguran yang tidak aman.  Sebagian besar kematian ini sebetulnya  dapat dicegah dengan keluarga berencana  (Burns A, dkk, 2000).
Persoalan kependudukan di Indonesia oleh para ahli digambarkan ada 3 skenario proyeksi kependudukan Indonesia pada tahun 2015.Pertama : jika peserta KB meningkat 1% tiap tahun, maka jumlah penduduk Indonesia harinya akan menjadi 237,8 juta jiwa. Kedua : apabila peserta KB tetap maka penduduk Indonesia akan bertambah menjadi 255,5 juta jiwa dan ketiga : jika peserta KB menurun 0,5% saja pertahun maka jumlah penduduk Indonesia akan membengkak menjadi 264 juta jiwa (Noviati Dyah, 2009)
Pengendalian jumlah penduduk salah satunya dengan metode penggunaan alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi adalah alat yang digunakan oleh pasangan suami istri yang ingin menunda atau mengatur kehamilan. Di Sulawesi Tenggara pada tahun 2010, jumlah pasangan usia subur tercatat sebanyak 392.680 PUS, dengan jumlah peserta KB aktif sebanyak 265.447 pasangan (67,60%) dan jumlah peserta KB baru tercatat sebanyak 77.062 (19,62%). Dari data tersebut menggambarkan yang menggunakan jenis kontrasepsi suntikan sebanyak 37,84%, pil 38,65%, implant 15,73%, IUD 1,71%, MOP/MOW 1,75% dan kondom sebanyak 4,32%. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa jenis alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh peserta KB aktif  adalah kontrasepsi KB suntikan dan pil (Dinkes Sultra, 2011).
Jumlah pasangan usia subur wilayah kerja Puskesmas Lepo-lepo 3.128 orang dan cakupan persentase Keluarga Berencana (KB) aktif di Puskesmas Lepo-Lepo pada tahun 2012 (Januari s/d Mei), sebanyak 499 peserta, alat kontrasepsi yang digunakan antara lain : pil 287 peserta (57,51%), Implant 25 peserta (5,01%), Suntik 146 peserta (29,25%), AKDR 34 peserta (6,81%), Kondom 7 peserta (1,40%) (Buku register Puskesmas Lepo-Lepo januari – Mei 2012).
Pemilihan kontrasepsi yang digunakan oleh wanita perlu mempertimbangkan pengaruh terhadap fungsi reproduksi sekaligus kesejahteraan umum. Salah satu alasan penghentian atau berganti kontrasepsi adalah efek samping yang dirasakan. Sampai saat ini tidak ada satupun alat kontrasepsi yang bebas dari kegagalan, efek samping serta komplikasi (Hartanto, 2004). Masalah kesehatan yang banyak dialami oleh pengguna kontrasepsi hormonal adalah haid tidak teratur/ gangguan menstruasi (Anonim, 2010).
Berdasarkan data diatas penulis sangat tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gangguan Menstruasi Pada Ibu Akseptor KB di Puskesmas Lepo-Lepo”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalahapakah  faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan menstruasi pada ibu akseptor KB di Puskesmas Lepo-Lepo?.”

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan menstruasi akseptor KB di Puskesmas lepo-lepo Kendari.
2. Tujuan Khusus
a. Apakah Status gizi mempengaruhi gangguan perubahan pola menstruasi akseptor KB di Puskesmas lepo-lepo Kendari.
b. Apakah kelainan uterus mempengaruhi gangguan perubahan pola menstruasi akseptor KB di Puskesmas lepo-lepo Kendari.
c. Apakah penyakit genikologi mempengaruhi gangguan perubahan pola menstruasi akseptor KB di Puskesmas lepo-lepo Kendari.
d. Apakah umur mempengaruhi gangguan perubahan pola menstruasi akseptor KB di Puskesmas lepo-lepo Kendari.

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Bagi Dinkes Kota Kendari
Hasil penelitian ini digunakan sebagai bahan masukan pada Dinas Kesehatan Kota Kendari dalam rangka untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan menstruasi pada ibu akseptor KB di Puskesmas Lepo-lepo.
2. Manfaat bagi Puskesmas Lepo-lepo
Dapat digunakan sebagai bahan masukan dan sumbangan pemikiran bagi Pegawai, bidan, di Puskesmas Lepo-lepo, untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
3. Manfaat pendidikan
a. Hasil penelitian diharapkan dapat memberi informasi kepada semua pihak yang terkait.
b. Hasil penelitian diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan bagi peneliti selanjutnya.
4. Manfaat bagi peneliti
a. Merupakan rangkaian kegiatan yang menambah wawasan dan pengalaman berharga mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan menstruasi pada ibu akseptor KB
b. Sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat di STIK Avicenna.




UNTUK LEBIH LENGKAPNYA HUBUNGI ADMIN  08525536889

Ditulis Oleh : irwansyah Hari: Senin, Juni 25, 2012 Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa komentar yah